<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372</id><updated>2012-01-07T04:47:09.333-08:00</updated><category term='nostalgia'/><title type='text'>Basa Basi Restyani</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-8288465032575902846</id><published>2011-12-27T20:42:00.001-08:00</published><updated>2011-12-27T20:47:42.908-08:00</updated><title type='text'>PETUALANGAN</title><content type='html'>&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1rfJaHIA4HA/TvqfXjRZEYI/AAAAAAAAADE/lNHBphZCHkw/s1600/406112_337209126290005_100000027624075_1417178_106561045_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-1rfJaHIA4HA/TvqfXjRZEYI/AAAAAAAAADE/lNHBphZCHkw/s320/406112_337209126290005_100000027624075_1417178_106561045_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rutinitas dan segala kejenuhan yang kita punya kadang memaksa kita untuk sekedar bersenda gurau atau melakukan petualangan-petualangan indah yang selalu saja kita mimpikan disaat kejenuhan melanda. Setiap tahun, kita pasti merancang liburan macam apa yang akan kita lakukan entah diakhir pekan ataupun diakhir tahun atau sengaja cuti. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Kali ini aku melakukan perjalanan yang telah terangkai namun hampir batal ku lakukan. Aku tidak berlibur seperti biasanya, dengan orang yang biasanya, atau dengan rute yang seperti biasa. Aku ingin liburan ku kali ini benar-benar sesuai ingin ku, dan luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Satu skenario indah akhirnya harus tercipta, tak satupun teman berlibur biasanya tahu kalau aku memang sudah berencana melakukan perjalanan ini. Bukan maksud hati untuk berbohong, tapi sebenarnya sedikit banyak aku ingin meluapkan kekesalan ku pada mereka, karena disetiap perjalan selalu saja tidak pernah sesuai dengan apa yang diinginkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Perjalanan kali ini sedikit luar biasa karena kali ini aku berlibur dengan tante dan teman-temannya. Dari awal perjalanan sudah terlihat, salah satu diantara kami hanya ingin melakukan apa yang ingin dia lakukan tanpa berfikir apakah hal tersebut mengenakan hati atau malah sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Kami berangkat dari stasiun senen, dengan kereta api ekonomi progo. Diperjalanan masih bisa tertoleransi semua hal yang terjadi, akan tetapi konflik mencari akan dimana kami menginap inilah titik awalnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Sebenarnya kami sudah ada tujuan tempat penginapan, namun entah mengapa kami masih saja berjalan dan mencari. Lelah kami yang membuat dinding paling indah sampai harus tetap berdebat. Akhirnya satu hal bijak kami lakukan, telephone salah satu sahabat yang sudah berlibur lebih dulu dari kami. Alhasil kami pun berhasil mendapatkan penginapan yang kami inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Perjalanan pertama kami adalah melakukan CaveTubing, ini benar-benar petualangan paling sempurna yang kami lakukan, tetapi juga paling dramatis karena salah satu dari kami tak lagi sanggup untuk menaiki anak tangga tanah yang curam yang hanya dapat kami tempuh dengan seuntai tali. Tapi ini benar-benar pengalaman tak terlupakan, sekalipun salah satu diantara kami sudah merasa cukup kali ini melakukan cave tubing. Selesai berpetualang kami kembali ke kota. Tujuan kami selanjutnya adalah berkumpul dengan teman-teman klanese jogja. Kami sepakat bertemu disalah satu restoran keraton dekat taman sari. Disinilah gejolak “kok begini” tersadari, sekalipun kami sudah faham sebelumnya bahwa ia akan melakukan hal yang tak pernah kami duga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Begitu sampai, kami memang sudah sangat lapar, tapi apa yang tersaji aku rasa cukup mengganjal, tiba-tiba saja dua kaki terangkat dan mata mulai dipejamkan. Aku hanya sanggup menghela nafas panjang dan berbicara singkat dengan tante ku, harus yah naikin kaki? Ini restoran kan? Kalian pendidik loh? Kalau murid kalian tahu macam apa guru mereka disaat kelelahan, pasti kalian akan menjadi satu contoh pendidik paling buruk. Aku sungguh tak habis fikir, aku tahu lelah memaksanya untuk bersikap demikian, tapi tak hanya dia yang lelah bukan? Bagaimana dengan aku? Kita sama-sama melakukan hal serupa tapi aku masih harus mengendarai mobil dan membawa mereka ketempat tujuan selanjutnya, apa lelah ku memaksa aku untuk bersikap diluar kesopanan? Tidak! Karena aku tahu bagaimana semestinya aku bersikap dihadapan orang lain. Tidak mampu menjaga sikap sama artinya aku tidak menghargai diri aku sendiri. Aku memang bukan orang suci, tapi setidaknya aku cukup tahu bagaimana cara menempatkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Akhirnya kami memutuskan untuk kembali kepenginapan dan beristirahat. Kami satu kamar berempat, diantara empat orang hanya satu yang benar-benar membuat ku jera untuk bermimpi melakukan perjalanan selanjutnya dengan dia. Kami sam-sama tahu kalau tante ku tak kuasa melawan dinginnya pendingin ruangan dan bebauan minyak kayu putih, tapi mengapa dia seolah sengaja menguasai selimut yang hanya satu dan memakai minyak kayu putih? Aku sendiri tak tahu apa isi kepalanya saat itu, yang aku tahu keegoisannya membuat ia merasa sudah benar melakukan hal-hal yang bertentangan dengan orang disekelilingnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Ultimatum ku tajam, perjalanan selanjutnya milik kita. Tak perduli apa ulahnya ketika ia tahu, yang pasti tak hanya dia yang ingin senang hati. Akhirnya kami melakukan perjalanan berikutnya dengan terbagi dua, aku dan tante ku memilih untuk bercengkrama dengan teman-teman klanese yang hanya mampu kami lakukan dijejaring sosial sebelumnya, lalu melakukan photo sesion di taman sari, hal yang sebenarnya ingin sekali dilakukan oleh teman paling egois kami itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Aku dan tante ku menikmati setiap perjalanannya tanpa terbebani hal-hal yang membuat kami berfikir untuk sekedar mengelus dada ataupun menghela nafas panjang. Sampai pada akhirnya kami kembali ke penginapan dan berpisah karena tujuan berikutnya telah menanti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Satu pembelajaran untuk petualangan ku kali ini, selelah apapun kita, sejenuh apapun kita, didepan orang lain tak seharusnya kita melakukan hal-hal yang kurang dipandang sopan. Karena kita baru akan dihargai orang lain kalau kita sudah mampu menghargai diri kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;===== arestya =====&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-8288465032575902846?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/8288465032575902846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2011/12/petualangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/8288465032575902846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/8288465032575902846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2011/12/petualangan.html' title='PETUALANGAN'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1rfJaHIA4HA/TvqfXjRZEYI/AAAAAAAAADE/lNHBphZCHkw/s72-c/406112_337209126290005_100000027624075_1417178_106561045_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-864804290488547219</id><published>2011-12-27T20:38:00.000-08:00</published><updated>2011-12-27T20:38:04.653-08:00</updated><title type='text'>BERTEMAN VS SANDIWARA</title><content type='html'>&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Semakin berkualitas pilihan-pilihan seseorang dalam persahabatan dan pekerjaannya, akan semakin baik hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Penggalan kalimat diatas adalah sebagian keluh kesah ku akan sebuah pertemanan. Aku adalah orang yang pernah terjatuh dan memilih untuk menyepi tanpa pernah tersadari kalau jauh dari lubuk hati ku terdalam aku butuh seseorang yang senantiasa memberi ku extra spirit untuk melanjutkan hidup. Semua kesendirian itu berawal dari satu kisah yang dramatis yang aku sendiri malas untuk terus mengingatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Juha Juwiyanti dan Dini, dua teman masa kecil yang lama sekali tak terdengar kabarnya setelah keluarga ku memutuskan untuk pindah dari Labuan, Banten. Orang tua ku memutuskan bahwa kami akan pindah ke Jakarta, ibu kota negara yang sama sekali tak ku kenal. Rasa ku senang campur sedih, senang karena akan ada teman baru sedih karena harus meninggalkan sahabat terkasih ku disini. Bertahun-tahun tak bertemu akhirnya kami kembali dipertemukan disini, diriuhnya ibu kota tercinta. Sayang, hanya momen terpenting dalam hidup kami yang sanggup menyatukan kebersamaan kami, selebihnya, rutinitas adalah titik paling menyebalkan yang membuat waktu terasa begitu sesak untuk kami sekedar berkumpul. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Satu hal yang selalu teringat, bahwa kenangan itu tak hanya sanggup kami kenang, tapi sekalipun waktu sudah membunuh kebersamaan kami, hati kami tetap terselimuti titik kasih yang tak pernah henti memikirkan bahwa kami adalah sahabat yang tak pernah lekang oleh waktu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Apriyanti, teman pertama saat aku menginjakan kaki di ibu kota. Hari-hari kebersamaan kami begitu indah, terlalu banyak hal yang tak sanggup kami lupa, sekalipun kini kami tak lagi bersama, tapi kami selalu sanggup mengingat semua kekonyolan-kekonyolan masa kecil kami yang indah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Tak sanggup aku satu detik pun menghilangkan setiap hal indah yang kami lakukan bersama layaknya anak kecil yang selalu saja ingin tahu tanpa perduli resiko didepannya. Apri adalah teman, sahabat dan bahkan kakak terbaik untuk ku. Sekalipun kerinduan ku pada intan kakak ku tak pernah surut, apri tetap teman terbaik untuk ku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Renita, Ayu, Mila dan Iphat, mereka adalah teman-teman yang selalu menemani hari-hari ku. Banyak hal yang sudah kami rangkai bersama. Semua sulit terlupa dan selalu saja ingin mengenangnya. Masa-masa kebersamaan kami tak sesingkat cerita ku tentang mereka, tapi apapun yang terjadi pada ku saat ini, sedikit banyak adalah apa yang sempat terlalui bersama mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Athi, satu teman yang berubah menjadi seperti keluarga sendiri. Kebersamaan kami tak ubahnya seperti kakak beradik yang saling melindungi saling menyayangi. Sayangnya semua tercoreng hanya karena satu hal, ketidak jujuran. Kalau saja Athi jujur apa yang sudah menimpanya, mungkin hubungan kami tetap baik-baik saja, tapi walau begitu, tak ada yang berubah dari kami, kami masih tetap berteman sekalipun tak seindah masa yang telah lalu. Harap ku satu, semua akan kembali seperti hari-hari sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Kembar ku, sisca dan sisco, kenangan-kenangan yang terukir membuat hubungan kami pun semakin erat. Lama tak bertemu pun tak merubah keadaan menjadi lebih buruk. Semakin panjang usia pertemanan kami semakin jelas apa saja yang sudah seharusnya kami tanggalkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dari pertemanan biasa berubah menjadi luar biasa, bahkan teman-teman terdekat kami telah menjadi teman kami berikutnya. Lagi-lagi seiring kedekatan kami membuat kami jadi semakin tahu satu sama lain. Semua hal baik dan buruk tumbuh menjadi satu hal yang tak terpisahkan. Satu momen merusak momen-momen selanjutnya yang sudah kami rancang bersama. Semua hanya karena satu hal, kesalahfahaman. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Satu kali kami merancang satu kisah yang indah, kami ingin liburan kami menjadi titik awal semakin eratnya hubungan kami. Apa daya, dari awal kami sudah tidak saling percaya dan saling merasa diri paling benar. Kami tak punya kuasa untuk saling menahan ego, kami benar-benar saling menunjukkan ego kami, sampai akhirnya dititik terendah ego kami sanggup membuat dinding pemisah yang begitu curam, kami tak lagi saling satu, kami memutuskan untuk saling berjauhan. Bukan karena kami saling benci, tapi semua karena kami tak ingin saling menyakiti. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Aku rindu titik kebersamaan kami yang telah lalu, tapi apa daya, semua sudah menjadi seperti yang tampak sekarang. Sebesar apapun kami berusaha memperbaiki sebesar itu pula jurang pemisah tercipta. Aku hanya sanggup berharap, kalau suatu hari dinding itu akan terkikis sedikit demi sedikit sampai kami sanggup untuk meraih apapun yang kami ingin beriringan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Rizky, Enna, dan Ririn, tiga teman asyik yang selalu ada disetiap nestapa, betapa tidak, disaat aku terjatuh mereka tak pernah lupa untuk mengangkat ku, baik secara nyata maupun hanya sebongkah kata. Ini luar biasa bagi ku, disaat aku berceloteh “tidak ada gunanya aku berteman, mereka hanya akan lebih dalam kehilangan bila ingin berteman lebih jauh dengan pesakitan macam aku” tapi yang aku tahu, mereka setia menemani ku apapun yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Kita pernah merasa kehilangan saat Rizky memutuskan untuk pindah ke kota kecil di Kalimantan, disinilah konflik itu terjadi, kita tak lagi satu arah satu tujuan, kita sudah dengan isi kepala masing-masing, tapi kita tetap bersama sekalipun hanya disaat duka. Dua tahun kami merasa kehilangan seorang teman termuda yang tak akan pernah kami lupa. Terlalu banyak kenakalan yang kami lakukan yang tak mungkin sanggup terhapus waktu, apapun adanya kami, kami adalah sahabat yang tak akan lekang sampai kapanpun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Kami kembali dipersatukan tepat dihari ulang tahun kebersamaan kita, 5 Juli 2001, setelah satu tahun bersama, dua tahun terpisahkan. Kami bertemu disaat kami sama-sama tengah disibukkan untuk bergerilya mengejar cita. Disetiap pertemuan kami, ada satu momen dimana momen itu tak akan sirna begitu saja dari kepala kami, satu momen luar biasa yang akan selalu kami kenang sepanjang masa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Waktu itu kami masih sama-sama remaja belia yang selalu sok tahu, janji bertemu dilobby sekolah untuk sekedar menjadi bolang, waktu menunjukan tepat pukul 06:30 AM, bersama kami tempuh perjalanan dari Cijantung menuju kawasan elite Pondok Indah, tujuan kami adalah salah satu Mall besar yang bertengger disana, waktu itu Mall tersebut belum jadi dua. Tepat jam 07:00 AM kami sudah tiba di Mall tersebut, tercengangnya kami karena begitu masuk pintu Mall tak satu pun toko yang buka, kami pun tertawa terpingkal-pingkal karena menyadari ke sok tauan kami ini berakibat kami harus menunggu lama dan menciptakan hal seru demi membunuh waktu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Itu hal konyol tapi itu pula yang membuat kami yakin bahwa kami adalah sahabat sejati. Sejati karena kami yakin apapun yang terjadi didepan, kami tetap satu hati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Waktu terus berlalu tanpa pernah disadari. Kami tumbuh menjadi manusia dewasa yang pada akhirnya harus menjalani rutinitas yang luar biasa padatnya. Sampai akhirnya satu persatu dari kami mulai memutuskan untuk hidup berumah tangga layaknya manusia dewasa lainnya. Disinilah drama geng asyik tertanggalkan, hukum alam memilih bahwa kami tak lagi sanggup berjalan seiringan. Kami tak sanggup membuat pertemanan kami menjadi pertemanan untuk generasi kami, pada akhirnya kami memang harus memilih, memilih antara rutinitas atau quality time bersama sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Setelah Enna menikah kami kontan kehilangan sosok Enna, bahkan tak setitik pun kabar kami dapat darinya. Tak hanya Enna, Ririn pun turut menghilang bak ditelan bumi, seandainya ada kabar, itupun hanya berita sekadarnya. Aku kehilangan dua sahabat terbaik ku, entah dimana kini mereka berada, sehat kah? Atau sakitkah? Sungguh aku tak tahu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Berbeda dengan Rizky, kami masih saling bertukar kisah, bahkan semakin erat saja persahabatan kami, erat karena disetiap kesibukan kami selalu berkomunikasi dengan baik, hubungan ku dengan suami dan anak-anak Rizky pun semakin erat, cuma kami yang akhirnya semakin hari semakin menjadi satu kesatuan utuh, sekalipun dalam perjalanannya kami sering kali bertanya, ingin rasanya kembali ke masa lalu, masa-masa dimana kami masih seiring sejalan tak terpisahkan. Semoga satu hari nanti kami kembali dipersatukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Kenya, Dito, Dora dan Dwi, teman terbaik yang selalu baik apapun yang terjadi diseputar ku. Pertemanan kami sungguh dramatis. Bermula dari aku dan Dito yang pesakitan, sampai episode demi episode kisah cinta antara Kenya dengan pria-prianya, Dora dengan Toni Tono nya dan Dwi dengan manusia menyebalkan tapi tetap kuat bertahan. Semua penuh dengan isak tangis, pertengkaran tetapi sanggup berakhir bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Hal yang paling dramatis dalam pertemanan kami adalah sakitnya aku dan Dito, lebih banyak aku. Setiap kali menjelang ujian aku pasti sakit dan masuk rumah sakit, alhasil setiap kali ujian aku pasti ditemani suster yang setia menjaga ku. Benar-benar pertemanan yang luar biasa, karena kami saling mengingatkan dan saling menjaga. Aku yang paling bungsu diantara mereka tapi aku juga yang paling ternakal sekalipun kami semua memiliki kenakalan yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dito, satu-satunya orang yang sanggup merubah segala hal tentang ku, perlahan namun pasti, Dito selalu terobsesi untuk membuat ku berubah. Aku adalah salah satu anak yang gemar berorganisasi tapi sanggup mengabaikan kuliah ku. Tapi Dito sanggup mengubah ku untuk tetap berorganisasi tanpa mengabaikan kuliah. Susah payah Dito merubah nilai ku dari “nasakom” ke “baik”. Entah mengapa aku sendiri tak mengerti mengapa Dito sampai sebegitu inginnya mengubah ku. Satu hal yang aku ingat dari alasannya itu, “gue tau loe bukan orang bodoh, orang bodoh gak mungkin dipercaya untuk jadi seorang ketua divisi di keluarga intelektual muda salah satu partai nasional ternama yang bertengger di era orde baru, karena itu gue mau loe bisa selesaikan kuliah loe tepat pada waktunya”. Terharu campur stress aku mendengar pernyataannya. Aku ketua divisi di kantor pusat salah satu partai, kerja ku memantau kinerja daerah, aku juga harus pontang panting menyelesaikan kuliah yang tidak semudah aku membalikkan telapak tangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dari seorang Dito lah aku yang sama sekali tak pernah ada waktu untuk belajar menjadi seorang anak yang tiba-tiba saja tak hanya jadi gemar belajar, tapi juga kuliah. Dari kegemaran baru ku, akhirnya perlahan ucapan dito terbukti, aku dipercaya menjadi wakil para dosen yang berhalangan hadir untuk menggantikannya, atau nilai ku berubah menjadi fantastis. Dari Dito aku tahu sejauh mana aku mampu. Banyak hal yang membuat ku yakin bahwa Dito tidak hanya menjadi teman terbaik, tapi juga penasehat terbaik yang selalu menenangkan hati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Dito adalah simbol perjuangan melawan sakit yang diderita, Dito adalah simbol pantang menyerah. Darinya aku yakin aku bisa, darinya aku yakin aku sanggup mengukir sejarah. Dito adalah teman yang bukan hanya sekedar teman, aku mungkin saja rela kehilangan yang lainnya tapi tidak untuk seseorang yang menjadikan aku luar biasa seperti sekarang ini. Sejarah ku berubah baik karena keyakinannya bahwa aku mampu membuat hidup ku lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Astri, Freddy dan masih dengan Dito. Geng PI yang selalu sibuk tapi tetap satu hati. Hal paling aneh yang sering terjadi dengan kami adalah kalau satu dari kami sakit pasti kami akan sakit secara bersamaan. Untunglah kami bukan berasal dari satu keluarga yang sama, kalau kami satu keluarga, sulit dibayangkan betapa repotnya orang tua kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dalam berteman kami memiliki satu visi dan misi yang sama. Kami selalu akan menghormati setiap keputusan hidup yang tergariskan tanpa harus mencampuri apa yang seharusnya tak kami campuri. Dari saling menghormati inilah kami sanggup bertahan tanpa konflik sampai dengan sekarang ini. Sekalipun kami semua terpisah ruang dan waktu, tapi itu tak merubah semakin eratnya hubungan pertemanan kami. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sekalipun kami jarang bertemu tapi disetiap pertemuan singkat kami, semua akan berjalan dengan kualitas pertemuan yang sanggup menghapus luka dan selalu saja ada tawa yang menghiasi setiap indahnya kebersamaan kami. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selain dengan geng PI, masih ada Ze, Yan, Sufei, Ingrid, Linyuk, Bibie, Imel, lisa dan teman-teman paduan suara tarumanagara lainnya yang selalu membuat hari-hari ku penuh warna. Mereka tak ubahnya seperti saudara ku sendiri. Sekalipun drama pertemanan kami selalu nampak cantik dan mengharu biru tapi kami seolah tak terpisahkan. Ikatan kami terlalu kuat tak terpisahkan, sekalipun kesibukan kami telah membunuh waktu kebersamaan secara perlahan, tapi kami selalu tidak pernah kehilangan arah untuk selalu tahu apa saja kisah-kisah selama kami tidak bersama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Babak-babak pertemanan ku diatas adalah bagian episode pertemanan yang terbaik yang pernah aku raih, karena aku merasa episode pertemanan ku berikutnya semua kisah seperti cerita indah sandiwara sebuah sinetron. Aku tahu, dunia ini memang panggung sandiwara, tapi apa dalam berteman pun kita harus selalu membuat cerita-cerita yang seharusnya tak perlu? Aku sendiri tercengang, mengapa harus seperti ini? Bukankah kita teman? Teman dalam satu idola, teman satu karya nyata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Awalnya semua tampak indah, tapi sayang itu hanya diawal. Terlalu banyak hal yang harus dijaga membuat pertemanan jadi begitu kaku. Sampai akhirnya tanpa disadari kami sudah saling menyakiti. Dan episode saling menyakiti itu tak pernah sanggup terbaca oleh orang yang menyakiti. Satu contoh, kami berteman begitu erat, kemana-mana bersama, tertawa riang bersama, sekedar melihat idola pun bersama, tapi selalu saja terselip sebuah cerita yang luar biasa setelahnya. Entah hanya hal sepele drama penjemputan, atau kisah mobil tua yang dirasa tak menunjukan sisi bersahabat dengan waktu sampai tidak disadari bahwa celetukan demi celetukan yang terlontar dari sekedar sebuah pepesan kosong sanggup menjadi drama luar biasa. Atau kedekatan dengan sang idola, episode ini yang sering kali membuat perpecahan. Entah karena iri, atau tak suka karena “ia” lebih dulu dekat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Usia antara aku dan mereka terpaut sungguh jauh, tapi tragisnya aku selalu merasa mereka yang tua ingin kembali kemasa kecil sedangkan aku atau teman-teman yang lebih muda selalu ingin menjadi lebih dewasa. Entah siapa yang salah dan siapa yang benar, yang ku tahu hanya satu, apakah sebuah pertemanan yang tulus harus dengan cara merekayasa aneka kata agar menjadi penuh pesona, apakah tak ada upaya agar setiap kata yang diucapkan adalah kejujuran? Minimal kita jujur dalam berteman. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Sungguh aku muak dengan semua ini, ingin rasanya menjauh lalu pergi. Hal terindah yang ku rindu disaat seperti ini adalah menikmati kesendirian, karena hanya dengan menikmati kesendirian kita sanggup membangun surga untuk diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Aku sendiri heran dengan semua yang terjadi akhir-akhir ini. Kita tak pernah ada waktu untuk mengenali terlebih dahulu sebelum menilai, padahal kita sama-sama tahu bahwa apa yang tampak indah tak selalu indah, dan apa yang tampak buruk tak selalu buruk. Seiring berjalannya waktu, hanya karena dalil tak ingin menyakiti perasaan satu sama lain, kita ingin terlihat sanggup penuhi apa yang teman kita inginkan, dan tanpa disadari, kita sendirilah yang akan terluka. Padahal hakekat dari sebuah pertemanan adalah sanggup memahami apapun yang tak akan pernah terlihat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Terlalu banyak sudah kita menjudge seseorang tanpa meneliti sebelumnya, padahal kita sama-sama tahu, apapun yang sudah kita duga kita tak ubahnya seperti seseorang yang sudah menuduh tanpa bukti, padahal kita faham betul, bahwa menuduh tanpa bukti sama halnya seperti fitnah yang katanya lebih kejam dari pada membunuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Kalau sudah terlibat konflik yang sulit terfikirkan secara kasat mata, yang aku ingin hanya satu, “maafkan aku diriku”. Sampai akhirnya aku sanggup sekedar berfikir bijak, dari sebuah pertemanan yang luar biasa ini, aku sanggup belajar, belajar untuk berlari bersama, jatuh dan kemudian bangkit untuk berlari lagi bersama. Karena yang bisa ku lakukan sekarang hanyalah mensyukuri luka syukuri derita karena hanya dengan begitu kita akan semakin kuat menghadapi hidup yang lagi-lagi tak bisa dibilang mudah, karena hanya dengan itu kita tahu bahwa bersyukur atas segala hal yang kita hadapi sekarang adalah salah satu tujuan Tuhan menyayangi kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;===== arestya =====&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-864804290488547219?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/864804290488547219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2011/12/berteman-vs-sandiwara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/864804290488547219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/864804290488547219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2011/12/berteman-vs-sandiwara.html' title='BERTEMAN VS SANDIWARA'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-4309005115010108495</id><published>2011-12-27T20:34:00.000-08:00</published><updated>2011-12-27T20:34:39.125-08:00</updated><title type='text'>BERTEMAN TAPI SALING MENJATUHKAN</title><content type='html'>&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Entah apalagi yang terjadi dengan kisah ini, mereka menganggap diri mereka saling dekat tapi disisi lain mereka pun saling menjatuhkan. Mereka terkenal dekat karena kebersamaan yang seringkali mereka agungkan, tapi sebenarnya mereka tak sedekat apa yang nampak. Mereka hanya akan dekat bila salah satu dari mereka sudah memberi komando bahwa idola mereka akan berada disuatu tempat. Ironis, yah sangat ironis. Disaat peretemanan lain saling memberi saling menerima, pertemanan ini berlangsung dengan saling menerima tanpa mau memberi tapi malah menjatuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mirisnya lagi, disaat mereka berhasil mencampakkan salah satu personil mereka, dikejayaannya mereka bisa dengan mudah tak memberi ruang setitikpun bagi yang tercampakkan tanpa pernah berfikir logis bahwa sebelum mereka berjaya dan dikenal, seseorang yang mereka campakkan itulah dewa penolong disetiap titik pertemuan dengan sang idola. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Teman macam apa ini Tuhan? Satu sisi aku nyaman berteman dengan mereka, disisi lain aku takut, takut mereka akan berlaku sama terhadap ku. Karena titik-titik itu semakin nampak kini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Dengan orang yang pernah menjadikan mereka prioritas hidup saja mereka sanggup berlaku demikian, apalagi dengan aku yang baru saja mereka kenal. Ketakutan ku kian meraja, aku merasa semakin hari semakin berteman tidak sehat dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Satu hal paling miris lagi terjadi disaat semakin hari semakin ku tahu bahwa tak hanya mereka yang demikian. Tapi yang lain pun sama sekalipun tidak semua begitu. Lebih mirisnya lagi, hal nyinyir pun berlaku bagi kaum adam yang seharusnya enggan berdekatan dengan hal-hal demikian. Aku hanya sanggup mengurut dada dan berucap, “semoga pasangan ku kelak bukan tipikal lelaki yang hanya mampu menampung gosip-gosip murahan lalu mengomentarinya dengan seksama”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Layaknya kaum adam kebanyakan, harusnya mereka mampu meluruskan apa yang terjadi, karena mereka tercipta haus akan hal-hal yang logika. Tapi mengapa ini malah sebaliknya? Kita perempuan yang salah, atau memang lelaki jaman sekarang hanya mampu mencibir tanpa sanggup lagi berfikir logika? Tuhan, apalagi ini Tuhan. Jauhkan aku dari orang-orang yang demikian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebuah pertanyaan indah melontar begitu saja dari kepala ku, sebenarnya apasih yang mereka cari dalam hidup ini? Cibiran mereka terlalu kreatif untuk dijadikan patokan hidup mereka ke depan, karena tanpa mereka sadari akan semakin banyak aktor dan aktris di sekeliling mereka yang kisahnya mereka buat sendiri. Dan akan semakin banyak orang-orang seperti ku yang lebih memilih posisi aman untuk mundur perlahan ketimbang bertahan lalu turut mengamini apa yang mereka lakukan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;Siapapun bisa jadi musuh besar bagi mereka. Apapun bisa menjadi bahan cibiran bagi mereka. Dimanapun akan menjadi kisah bagi mereka. Apakah ini hakikat pertemanan sesungguhnya? Atau aku yang telalu berlebihan menafsirkan apa yang terjadi selama aku berada disekililing mereka? Mungkin aku salah, tapi aku rasa aku tak sepenuhnya salah. Apa yang mereka buat adalah pembelajaran untuk aku lebih dalam melihat, harus seperti apa aku selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'DejaVu Sans Mono', monospace;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc; font-size: x-small;"&gt;===== arestya =====&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-4309005115010108495?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/4309005115010108495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2011/12/berteman-tapi-saling-menjatuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/4309005115010108495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/4309005115010108495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2011/12/berteman-tapi-saling-menjatuhkan.html' title='BERTEMAN TAPI SALING MENJATUHKAN'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-1918009770632048345</id><published>2010-08-14T20:20:00.001-07:00</published><updated>2010-08-14T20:42:44.495-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nostalgia'/><title type='text'>Tarumanagara 10.08.2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kembali menyapa riuhnya suasana yang dilanda kerinduan akan sesuatu yang pernah singgah, yang senantiasa menyatu dari setiap rasa yang kini hanya menjadi bagian dari masa lalu yang tak akan mungkin dapat terhapuskan dari setiap langkah kisahnya yang terkadang meluapkan emosi, menyenangkan hati atau bahkan mengharukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang telah berubah disini, tapi, siapapun yang pernah menjadi bagian dari kepingannya, tidak akan pernah sanggup melupakan apa yang pernah ada disini. disini adalah awal untuk menapaki hidup yang sesungguhnya. disini adalah awal cita-cita menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bercengkrama kembali dengan orang-orang yang pernah dengan suka cita memberikan ilmu yang dimilikinya adalah hal terindah yang menyenangkan jiwa saat ini. sekalipun mereka belum mau lupa akan kenakalan-kenakalan siswanya dimasa lalu, tapi mereka kadang harus terharu dan berurai air mata, saat mereka tahu, siswa mereka yang terkenal nakal dan bodohpun sanggup bersaing didunia nyata, bahkan lebih sukses dari yang mereka bayangkan. mereka bangga, bahkan terlalu bangga, semua karena mereka merasa ilmu dan pendidikan yang mereka berikan tidak sia-sia, terlebih lagi untuk siswanya yang paling bodoh sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini telah mengajarkan penatnya hidup, suntuknya rutinitas, dilemanya berjalan dan melangkah, serta senangnya sanggup meraih kata sukses.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-1918009770632048345?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/1918009770632048345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2010/08/tarumanagara-10082010.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/1918009770632048345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/1918009770632048345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2010/08/tarumanagara-10082010.html' title='Tarumanagara 10.08.2010'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-5891779333904006527</id><published>2009-10-29T00:48:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T01:14:01.919-07:00</updated><title type='text'>Bulak Sereh,17.09.2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ini kisah ku pada malam" yg akan selalu menghempas ku perlahan. aku terhempas karena aku begitu nista,, nista yg berujung sepinya hati. bukan semata" karena aku telah ditinggalkan,, tapi semua karena akulah yg kini sengaja dihempaskan. semua orang terasa begitu menghakimi,, sekalipun mereka tahu,, aku tak sepenuhnya bersalah,, aku hanya manusia biasa yg ingin merasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tahu,, aku tak sebaik orang" yg dirasa begitu baik,, aku masih perlu proses untuk menuju kearah yg lebih baik lagi,, bukan karena aku egois dan hanya mementingkan hidup ku sendiri,, bukan!!! sungguh bukan itu yg ku cari. aku hanya ingin sedikit merasa bahagia!!! bahagia!!! sedikit saja rasa bahagia!!! itu saja!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau memang kata bahagia sulit ku genggam walau setitik,, aku bersumpah,, aku akan melakukan apapun yg kalian mau. aku akan rela menanggalkan bahagia ku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa yg mau kisahnya seperti ku??? aku rasa kisah ini tak mau seorangpun dihampiri,, aku saja malu dengan diri ku sendiri,, itu yg membuat ku selalu akan membela diri. aku tahu,, aku hanyalah manusia hina,, tapi aku tak mau seorangpun menghakimi!!! yg sudah terjadi biarkan begitu adanya,, jangan coba dituangkan lagi!!! setetes saja mengalir,, hancur rasanya diri ini!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin seperti yg lainnya,, semua terasa begitu sempurna,, sayang... semua hanya angan!!! tak satupun orang yg mau mengangkat hati ku menjadi jauh lebih baik. aku tahu,, semua orang disekeliling ku hanya menganggap aku manusia pembangkang,, tapi itu tak sepenuhnya aku. jauhkan aku dari segala hal yg membuat ku nista. percayalah aku sudah mulai berubah,, bukan menjadi aku yg dulu,, tapi menjadi aku yg sekarang!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bantu aku menyingkirkan sebongkah kata rapuh ini,, biarkan aku perbaiki segalanya,, jangan dulu menghakimi,, aku bukan orang jahat!!! sungguh!!! aku bukan orang jahat!!! jangan dulu menghakimi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada satu titikpun hasrat untuk ku membangkang. aku hanya mulai lelah,, lelah dengan segala hal yg menyirat hancurnya jiwa. aku hanya tak ingin mengingatnya lebih jauh. sungguh!!! aku mulai merasa muak dengan segala bentuk masa lalu muram itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini hari ku,, hari yg ku untai dengan ruang ku sendiri. sudah ku tutup kisah muram itu. tolong,, hargai hari baru ku ini,, jangan ungkap lagi kisah lalu itu. biarkan kisah itu menjadi kasanova yg sungguh tak patut untuk sedikitpun ku ingat lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-5891779333904006527?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/5891779333904006527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/10/bulak-sereh17092009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/5891779333904006527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/5891779333904006527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/10/bulak-sereh17092009.html' title='Bulak Sereh,17.09.2009'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-2301280464690534669</id><published>2009-10-29T00:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-20T00:35:59.869-07:00</updated><title type='text'>Bulak Sereh, 21.06.2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;apa yang tersirat dari malam,, sunyinya begitu menyayat hati. Sendiri disini ku coba menyingkap malam sunyi yg begitu pekat,, sepekat kerlip bintang ditengah guntur yg menghadang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204); font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aku akan terus sendiri disini dan tetap menyendiri, aku muak dengan hangatnya kata bersama,, semuak ombak yg sanggup menerjang luar biasa. Aku tahu,, hidup ku akan berujung sepi bila sendiri,, tapi buat ku,, hanya ini yg terbaik untuk hati,, apa arti kawan bila berujung jadi lawan?? Inilah yg terjadi,, inilah kisah yg benar" menyayat hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aku akan menutup seluruh panca indera ku dari kata sahabat!!! buat ku,, hanya hati sahabat yg tak akan pernah mati. Untuk apa bersahabat kalau batin tetap saja merasa kesepian??? bukankah sahabat selalu akan ada dlm suka maupun duka tanpa harus menghakimi???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Aku yg selalu diterjang prahara begitu menyayat hati,, tetapi tak ada satu orangpun mau mengerti.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Buat mereka,, luka h&lt;/span&gt;ati ku sanggup terbeli oleh tawa yg mereka alunkan disaat aku berduka. Sayangnya tawa itu membuat ku semakin terluka,, aku berfikir suatu hal yg harusnya tak ku fikirkan,, tapi inilah yg tersirat dari hati. Tawa mereka hanyalah milik mereka,, sedangkan aku?? aku hanyalah budak yg melengkapi indah alunan tawa mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Aku benar" muak dengan apa yg tengah melintas. Aku muak harus hidup seperti ini,, hidup menyendiri dalam kesunyian lalu menghilang di pekatnya malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;                                                              ==============================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;jiwa ku melayang-layang jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;mencoba meraih kerlip bintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;singgah sesaat menikmati suasana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;indah naungan cahaya gelap malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;jiwa ku terus saja melayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;tinggalkan segala kebisuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;kebisuan seolah kata sabar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;tetapi begitu menyakitkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;sampai kapan jiwa ku melayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;ku tahu hidup begitu rawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;berjuangpun seakan tak ada guna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;akupun harus terus melayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;melayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;melayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;tinggi ku diangkasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;mencoba meraih tinggalkan segalanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;tertatih gairah hati ku melayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;aku harus tetap tinggi mengawang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;setidaknya sampai ku tersadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;tak selamanya hidupku menerawang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;                                                                    ========================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;tak perduli apa yg akan terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;aku disini,, kan tetap disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;silahkan tentukan jalan mu sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;ku tetap disini tak perlu menanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;aku hanya manusia tak penuh arti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;kisah ku pun terlalu kini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;biarkan aku sendiri disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;aku yg akan tentukan arah ku menanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                          &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-2301280464690534669?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/2301280464690534669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/10/bulak-sereh-21062009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/2301280464690534669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/2301280464690534669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/10/bulak-sereh-21062009.html' title='Bulak Sereh, 21.06.2009'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-8816149375293443527</id><published>2009-05-11T01:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T01:49:11.580-07:00</updated><title type='text'>untuk mereka yg menyebut dirinya orang tua !!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SgffhqgFYKI/AAAAAAAAABw/s9dSapO8oBo/s1600-h/IMG_0015.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SgffhqgFYKI/AAAAAAAAABw/s9dSapO8oBo/s320/IMG_0015.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334478053081178274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hak orang tua begitu besar mendidik anaknya&lt;br /&gt;tapi pukulan demi pukulan itu salah...&lt;br /&gt;trauma yang mereka hadapi lebih berat dari pukulan yang mereka terima, karena mereka tak mau disebut anak durhaka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haruskah orang tua selalu memukul anaknya???&lt;br /&gt;anak memang sepenuhnya milik orang tua, karena tanpa orang tua, satupun anak tidak akan hadir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang tua adalah segalanya bagi anak, tapi trauma anak sepanjang hidupnya...&lt;br /&gt;mengertilah...&lt;br /&gt;hidup didunia ini terlalu kejam untuk dicapai...&lt;br /&gt;jangan tambah beban mereka dengan trauma yang tiada henti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukup &amp;amp; hentikan!!!!&lt;br /&gt;percayalah...&lt;br /&gt;seorang anak akan selalu berhutang pada orang tuanya...&lt;br /&gt;jangan tambah hutang mereka dengan trauma itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;separah apapun kesalahan mereka, yang mereka tahu cuma satu...&lt;br /&gt;membahagiakan orang tuanya dengan cara apapun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pukulan ini bukan yang pertama singgah...&lt;br /&gt;sepanjang usia ku pasti akan selalu singgah...&lt;br /&gt;percaya???&lt;br /&gt;memar yang ku terima tak lagi dibadan...&lt;br /&gt;lukanya telah sampai didada...&lt;br /&gt;entah sebelah mana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih atas segalanya... ibu...&lt;br /&gt;terima kasih atas segalanya... bapak...&lt;br /&gt;maaf mengecewakan...&lt;br /&gt;tapi ini aku, bukan dia &amp;amp; mereka...&lt;br /&gt;aku akan tetap menjadi aku&lt;br /&gt;mungkin terlalu nakal, tapi inilah aku&lt;br /&gt;anak pembangkang itu???&lt;br /&gt;tak ada yang bisa dibanggakan&lt;br /&gt;itulah aku...&lt;br /&gt;anak egois itu!!!&lt;br /&gt;sampai kapanpun aku bukanlah anak yg bisa dibanggakan...&lt;br /&gt;singkirkan beban dipundak ku itu, karena aku telah rapuh...&lt;br /&gt;bukan aku tak berusaha...&lt;br /&gt;tapi aku telah menghentikan segalanya...&lt;br /&gt;inilah aku...&lt;br /&gt;anak terbodoh itu!!!&lt;br /&gt;anak yang telah lalai dengan pendidikannya...&lt;br /&gt;walau aku tahu, bukan hanya aku yang lalai...&lt;br /&gt;jangan samakan aku dengan yg lain...&lt;br /&gt;akulah yang berbeda...&lt;br /&gt;usaha yang ku untai telah begitu sia-sia&lt;br /&gt;kini aku faham, usaha bukan awal yang membahagiakan...&lt;br /&gt;aku siap terabaikan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-8816149375293443527?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/8816149375293443527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/05/untuk-mereka-yg-menyebut-dirinya-orang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/8816149375293443527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/8816149375293443527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/05/untuk-mereka-yg-menyebut-dirinya-orang.html' title='untuk mereka yg menyebut dirinya orang tua !!!!'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SgffhqgFYKI/AAAAAAAAABw/s9dSapO8oBo/s72-c/IMG_0015.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-592489202681456921</id><published>2009-05-11T01:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T01:07:37.553-07:00</updated><title type='text'>semua karena hati</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-592489202681456921?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/592489202681456921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/05/semua-karena-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/592489202681456921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/592489202681456921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/05/semua-karena-hati.html' title='semua karena hati'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-3854573780631245056</id><published>2009-03-14T00:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T01:14:40.900-07:00</updated><title type='text'>Catatan Hati Seorang Restyani Rany</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SbtnQsNieYI/AAAAAAAAABI/6QS1fUaCM58/s1600-h/IMG_0015.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312953721857145218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SbtnQsNieYI/AAAAAAAAABI/6QS1fUaCM58/s320/IMG_0015.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Catatan Hati Seorang Restyani Rany&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Saat cinta berpaling dan hati menjelma serpihan-serpihan kecil saat prahara terjadi, saat ujian demi ujian-Nya terasa terlalu besar untuk ditanggung sendiri, kemanakah seorang radya harus mencari kekuatan agar hati mampu terus berjuang untuk sekedar mergerak maju kedepan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan hati seorang Radya, memuat sebagian kecil peristiwa yang sedikit memilukan dan mungkin saja sanggup membuat orang lain ternganga. Betapa dasyatnya kekuatan yang dimiliki seorang perempuan, sosok yang sering kali dianggap lemah, tidak berdaya, dan pada tataran tertentu sering hanya dianggap makhluk nomor dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak perjalanan hidup saya sebagai seorang perempuan dan juga seorang istri. Ini juga pengalaman dan dialog hati, pertanyaan dan ketidakmengertian saya tentang isi kepala dan sikap laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan saya catatan hati seorang radya ini bisa membawa siapapun yang membacanya pada kesiapan yang lebih baik, ketika kita mendapat ujian serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin hari saya semakin menyadari kebutuhan dan ketergantungan akan kehadiran sang maha penguasa Allah SWT sedemikian besarnya. Semoga Allah memberi kekuatan bagi semua hamba-Nya, khususnya para perempuan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Restyani Rany&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;br /&gt;Jika Saya Dan Suami Bercerai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, siapapun tidak akan pernah tahu atau bahkan tidak akan bisa menebak takdir dimasa depan. Apakah sebuah pernikahan yang terangkai begitu indah akan langgeng hingga hanya kematianlah yang sanggup memisahkannya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah, aku tidak pernah memikirkan itu sebelumnya. Sekalipun aku tahu, rumah tangga yang kami bangun bukan tanpa masalah. Sebagaimana pasangan muda lain, satu dua pertengkaran begitu lumrah rasanya. Lalu kenapa saya mendadak berfikir, kenapa harus sejauh ini..??&lt;br /&gt;Aku sama sekali tidak mengerti. Bagaimana dua orang yang dipersatukan tangan halus Tuhan kini sanggup saling menyakiti?? Bagaimana aku dan dia bisa saling membenci dan mengibarkan bendera permusuhan?? Begitu mudahkah rasa yang telah mengakar tercerabut tanpa bekas??&lt;br /&gt;Untunglah aku masih sedikit lega, setidaknya tak ada yang dikorbankan dalam perpisahan ini. Hanya rasa malu keluarga yang sedikit tercoreng. Jujur, sedikitpun aku tidak bisa membayangkan bagaimana mungkin seorang suami yang terkesan halus dan pendiam mengeluarkan sikap menyerang dan perlu menyakiti. Pergolakan hati seperti apa yang tersirat dari wajah orang tua ku ketika seorang suami mulai memperinci kekurangan, dan keluarganyanya seolah berlomba membongkar aib ku… lantas, kenangan terindah macam apa yang tersisa dibenak suamiku tentang aku?? Kurasa semua telah hilang terhempas rincian kekuranganku yang terdikte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memaklumi kemarahan suami ku, karena aku memang turut andil dari semua kemarahan yang terungkap. Aku sedikit menyayangkan, ketika kemarahan itu menjadi semakin meluas ketika masalah ini juga diceritakan pihak suami kepada ibunya. Gelombang amarahpun semakin membesar karena dengan cepat persoalan itu sampai ke pihak keluarga besar, sampai detil yang tak pantas dibicarakan.&lt;br /&gt;Julukan istri pembangkang dan istri yang hanya bisa menginjak-injak harga diri suami pun diberikan kepada ku. Sekalipun aku tahu, aku bisa jelaskan ini semua. Benarkah aku seorang istri pembangkang?? Satu hal yang ingin aku tanyakan, apakah benar bila nilai-nilai keimanan harus sanggup ku korbankan ketika seorang suami menginginkan aku turut serta dengan apa yang diyakininya benar sekalipun sanggup membuat aku menduakan Allah?? Bukankah menduakan Allah sama artinya dengan kita tidak percaya dengan kekuatan Allah?? Aku lebih baik dikatakan ‘pembangkang’ daripada aku harus menjual keimanan ku hanya untuk kenikmatan sesaat. Suami ku begitu marahnya kepadaku ketika aku tak lagi sanggup memenuhi ajakannya untuk menyelamatkan perkawinan ini dengan jalan menduakan Allah. Tapi itu tak seberapa bagi ku, satu hal yang membuat hati ku begitu miris. Aku miris mendengar ibu mertuaku dengan lantangnya berkata, karena materi aku menginjak-injak harga diri suami ku. Maaf, harga diri mana yang pernah ku injak-injak. Bagi ku, hanya seorang ibu yang jauh dari kata bijaksana yang sanggup mengungkapkan kalimat-kalimat bodoh yang hanya sanggup memperuncing masalah bukan penyelesaian. Sedikitpun aku tidak pernah berfikir untuk menginjak-injak harga diri suamiku sendiri, aku hanya seringkali berfikir bagaimana aku sanggup mendorong suami ku untuk menjadi seorang suami yang maju dan mandiri, suami yang sanggup menopang rumah tangganya, suami yang sanggup bertanggung jawab atas apa yang telah ia ikrarkan dihadapan Allah. Kalau memang caraku dinilai negative oleh ibu mertua ku, itu hak asasi yang ku berikan padanya. Apapun yang terfikir dihati dan kepala ibu mertua ku, paling tidak aku tahu kalau maksud ku tidak seburuk yang terfikirkan. Keputusan ku untuk menikah adalah murni karena aku ingin menyempurnakan ibadah ku di dunia, bukan karena materi dan segala hal buruk yang mulai terungkap. Hidup akan terasa lebih menyudutkan kalau aku harus selalu berfikir negative, itu yang ku sesali. Bagaimana mungkin seorang ibu yang notabene pekerjaannya adalah seorang pendidik hanya mampu berfikir negative tanpa sanggup sedikitpun memberikan ruang positif kepada seseorang yang terlanjur membuat hati anaknya terasa begitu sakit. Ibu itu tak lagi sanggup berfikir apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana jalan yang terbaik yang seharusnya terucap dari hati bijaksana seorang ibu. Apapun bentuk karakter seorang anak sedikit banyak dipengaruhi oleh apa yang dibentuk oleh ibunya. Syukurlah Allah memberikan aku seorang ibu yang selalu memberi ku energi positive yang membuat ku selalu turut berfikir sedikit bijaksana, sekalipun hanya sedikit setidaknya aku jauh lebih bijak memandang suatu masalah ketimbang apa yang difikirkan oleh ibu mertua ku.&lt;br /&gt;Hati ku memang terluka mendengar setiap kalimat hujatan yang tertuju pada ku. Aku memang marah, dan akhirnya aku berfikir untuk sekedar mewariskan kemarahan-kemarahan itu kepada kedua orang tua ku. Sekalipun aku tahu, kemarahan memang kerap membuat kita kehilangan akal sehat.&lt;br /&gt;Akhirnya sampailah aku dititik dimana aku dan suami ku tidak bisa menebak takdir dimasa depan. Apakah pernikahan kami akan langgeng hingga kematian memisahkan, atau tidak. Tetapi kami sama-sama mengerti, cinta pada pasangan bisa saja hilang. Suami istri bisa berpisah dan berakhir di perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Pertanyaan Untuk Laki-laki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana laki-laki bisa begitu mudah mengucap kata “TALAK”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini selalu menggeliat dibenak ku, ketika suatu malam aku bersama orang tua ku ingin memastikan sesuatu kalimat yang telah terangkai dari lidah kelu seorang laki-laki. Aku hanya ingin memastikan bahwa apa yang telah ku dengar itu salah. Suami ku telah menjatuhkan talaknya kepada ku dengan disaksikan oleh orang tua kami berdua. Pada saat itu aku berharap semua yang terjadi hanya suatu salah pengertian, ternyata apa yang terjadi telah di ‘amini’ oleh orang tua suami ku. Aku tahu satu hal besar telah terjadi dalam hidup ku, dan aku mulai tahu siapa sebenarnya orang yang menjadikan aku sebagai pilihan hidupnya. Dia tak ubahnya hanya seorang pengecut yang tak akan pernah sanggup berfikir untuk berjuang melanjutkan hidup. Buatnya, semua hal menjadi mudah ketika ia bisa kapan saja membuang ku dari benaknya hanya untuk sekedar kata “aku laki-laki, kapanpun aku mau aku bisa saja menjatuhkan mu”. Laki-laki bagaikan kacang lupa pada kulitnya, ketika madu itu telah direguknya sekejap itu pula ia sanggup membuangnya. Perempuan bagai pelacur dihadapannya, ia bayar sejumlah mahar lalu ketika keperawanan itu ia reguk, secepat ia memberi mahar itu pulalah ia buang perempuan itu. Sekalipun tak semua laki-laki seperti itu, tapi aku tahu betapa besarnya mental pecundang yang hadir dalam jiwa suami ku sehingga ia sampai hati sanggup berfikir dan bertindak sekejam itu.&lt;br /&gt;Aku merasa tertipu dengan sikap diamnya. Ternyata orang yang menikahi ku tak ubahnya seperti seorang pencuri jahanam yang hanya menginginkan sesuatu yang bisa ia curi. Begitu banyak hal yang ia curi dari ku, tapi aku masih saja belum sanggup untuk melawannya. Bukan karena aku memang tidak sanggup, tapi semua ku lakukan karena aku masih memiliki Allah, tak pernah sedikitpun aku sanggup melakukan sesuatu diluar ketentuan Allah. Dia boleh saja melakukan hal paling buruk terhadap ku, tapi aku tak akan sedikitpun berfikir untuk membuat scenario perlawanan. Biarlah tangan Allah yang bermain mengikuti jejak scenario yang sedang ia rancang dengan begitu rapihnya.&lt;br /&gt;Saat kata talak itu terucap, aku hanya sanggup berfikir. Jika kau kira dengan sebelah sayap aku akan terkoyak, maka camkanlah bahwa dengan sebelah sayap itu akan ku jelajah gunung, ombak-ombak samudera dan gemintang diangkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Sebab Aku Berhak Bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat ketika aku berjuang melawan rasa sakit karena aku memang mengidap suatu penyakit, aku sempat berfikir barangkali sebaiknya aku mati saja. Dengan begitu, selesailah semua penderitaan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini selesailah sudah seluruh drama rumah tangga ku, ditempat yang paling ku anggap tak mungkin untuk mengakhiri semua ini dihadapan orang tua yang paling ku hormati. Aneh memang!!! Empat bulan itu, yang ku mulai dengan tawa suka cita, pesta pora, dan berkumpulnya segenap keluarga, ku akhiri pada hari ini dengan banjir air mata yang jatuh membasahi relung-relung hati ku, dalam kesepian yang mencekam dan memilukan antara aku dan orang tua ku. Inilah tempat mertua ku, tempat pertemuan ter-ajaib didunia bagi aku dan kedua orang tua ku, yang sanggup membuat perpisahan itu terjadi.&lt;br /&gt;Maka perpisahan itupun dipertegas lagi, papa nya menyatakan bahwa perpisahan kami sah, kami - aku dan ‘bekas’ suamiku – pulang ketempat yang terpisah. Tak akan ada lagi rumah yang menjadi tujuan bersama. Tak ada lagi suami dan istri, yang ada hanyalah pribadi-pribadi, dia dan aku, tak ada lagi ‘kami’.&lt;br /&gt;Ya… perpisahan itu nyata sudah. Statusku kini berubah sudah. Aku bukan lagi istri seseorang. Aku bukan milik siapa-siapa. Aku milik Allah dan … kebebasan. Bahagiakah aku karena aku bebas?? Tidak!!! Tak ada yang membahagiakan dari sebuah perpisahan, yang ada adalah rasa sedih karena semua ini harus terjadi, karena jalan inilah yang dipilihkan suami ku, dan aku merasa harus melakukan sesuatu yang meski halal tapi paling dibenci Allah. Ya!!! Ini adalah sebuah kerusakan. Tapi bahkan kerusakan sekalipun, ketika itu dianggap jalan satu-satunya cara untuk tetap hidup, menghindarkan diri dari kehancuran, untuk kemudian membangun hidup baru yang lebih baik, maka pilihan itupun harus diambil dan dilakukan. Selebihnya memperkuat kesabaran dan berlapang dada menerima segala cobaan.&lt;br /&gt;Maka ketika aku melewatkan malam-malam ku setelah itu dengan menangis, tangis ku bukanlah tangis penyesalan dan kehilangan, apalagi ketakutan. Tidak!!! Tangis ku adalah percampuran antara rasa sedih karena harus mengalami sebuah perpisahan dan gembira karena akhirnya aku berhasil membuat keputusan teramat penting dalam hidup ku. Aku berhasil membuat sebuah pilihan yang meski pahit dan menyakitkan tapi ku tahu merupakan pilihan yang benar agar aku tetap hidup. Hidup yang bahagia. Sebab, aku berhak untuk berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kilas Balik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tak pernah terpikir oleh ku, akan beginilah nasib pernikahan yang ku coba untuk memperjuangkannya. Orang yang dulu ku yakini dapat bertanggung jawab atas ku hingga aku rela untuk hidup bersamanya, ternyata setelah pernikahan itu terjadi sanggup menjadi orang yang paling tidak peduli pada ku.&lt;br /&gt;Betapa tipisnya batas antara suka dan tak suka, cinta dan tak cinta. Sikapnya yang semula baik, mulai berubah seiring berjalannya waktu. Ia yang semula begitu kasihan melihat ku bekerja keras, malah menjadi orang yang paling tega membiarkan ku bekerja seharian sekalipun aku dalam keadaan sakit keras dan kemudian menggunakan hasil kerja ku untuk kepentingan rumah tangga kami.&lt;br /&gt;Iya juga kemudian membiarkan aku berjuang seorang diri dalam keadaan sakit yang begitu menyerang rasa sehingga memerlukan dorongan semangat untuk tetap berjuang melawan rasa sakit ini. Anehnya, suami ku sedikitpun tidak tertarik untuk sekedar tahu apa sakit yang tengah ku derita. Suami ku lebih memilih untuk mementingkan keluarganya ketimbang memperdulikan keadaan ku yang kian terpuruk.&lt;br /&gt;Maka begitulah. Perkawinan kami kian aneh saja. Aku yang lebih banyak menafkahi keluarga. Di satu pihak, aku menyadari bahwa rumah tangga ku mulai timpang. Ada ketidakpuasan pada diri ku dengan posisiku dalam rumah tangga. Ada yang salah. Aku iri melihat para istri yang berderet di depan ATM pada hari gajian suami-suami mereka. Aku iri melihat para istri sibuk menyiapkan penganan sore hari untuk suami yang baru pulang bekerja, kemudian duduk bersantai didepan rumah sembari memandangi dan sesekali menertawai kelucuan perilaku anak-anak yang melintas dihadapan kami. Sungguh gambaran yang jauh dari rumah tangga ku.&lt;br /&gt;Aku tak mungkin memprotes suami ku. Tentulah ia punya alasan yang baik, bahwa semua ini untuk kebahagiaan kami. Maka aku terima. Bukankah aku ingin menjadi istri yang baik?? Maka aku tak boleh berpikiran buruk tentang suami ku.&lt;br /&gt;Tak mungkin ia bermaksud jahat dan hanya memanfaatkan ku saja. Bukankah ia suami ku??? Maka ketika pikiran buruk itu dan berbagai prasangka yang ku tujukan pada suami ku datang, segera saja ku singkirkan dari benak ku.&lt;br /&gt;Kadang aku ingin sekali lepas dari situasi itu. Aku tetap ingin menjadi ratu dalam rumah tangga ku, seperti perempuan lainnya. Maka satu pelajaran yang ku petik dari situasi itu adalah, bahwa akulah satu-satunya yang bisa melepaskan diri ku dari himpitan kesulitan ini. Akulah yang harus berusaha. Maka aku bekerja lebih keras, dan mendorong suami ku untuk membuka usaha sampingan.&lt;br /&gt;Sementara itu, hidup kami makin aneh saja. Pada suatu titik, suamiku mulai terlihat berbeda. Bila kami bertemu, ia sering tak memperdulikanku, memarahiku karena hal-hal remeh dan sebagainya.&lt;br /&gt;Tentu aku tak mengatakan bahwa diriku benar. Aku memang salah, sungguh tak ku tampik kenyataan itu. Kekurangmampuan ku menjadi perempuan dan istri yang cermat, efisien dalam mengatur waktu ku, memang tak bisa dibenarkan.&lt;br /&gt;Baiklah!!! Aku ini perempuan. Sudah menjadi tugas ku untuk mengatur semua urusan rumah tangga. Ketika suami ku menegurku dengan cara mendiamkan ku berlama-lama, tak menerima maaf ku meski aku menangis. Ketika itu ku pikir, baiklah… aku memang salah. Tentu seorang suami berhak memarahi istrinya. Maka akupun membiarkannya mendiamkanku beberapa hari bahkan berminggu-minggu. Hingga lama-lama aku terbiasa dengan cara itu, bahkan ketika ia mendiamkan ku karena kesalahan yang tak jelas. Ku pikir, sebagai istri aku harus menurut dan menerima. Barangkali memang begitu jugalah para suami lainnya ketika memarahi istrinya.&lt;br /&gt;Kupikir, barangkali ego kelelakiannya telah ku singgung sebab materi yang ku miliki lebih besar dibandingkan dengan apa yang dimilikinya. Barangkali ia cemburu dan begitulah caranya menyalurkan kecemburuannya, tapi disatu pihak ia tak sanggup menghidupi kami. Berpikir seperti itu membuatku kasihan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bercerai atau menderita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terombang-ambing dalam keadaan tanpa keputusan. Aku terpuruk, tenggelam dalam kekalutan dan kesedihan yang amat sangat. Akupun memperbanyak doa dan sholat malam, memohon pada Allah agar diberi petunjuk.&lt;br /&gt;Sidang keluargapun disiapkan, hingga sanggup membuatku begitu ketakutan. Belum pernah aku merasa begitu terhina dan menderita karena suami ku harus menceritakan aib ku dihadapan orang-orang yang ku kenal dan ku hormati.&lt;br /&gt;Belum lagi kenyataan bahwa orang yang tengah membongkar aib rumah tangga kami adalah orang yang telah menjadi kepala rumah tangga. Bagaimana mungkin semua ini terjadi?? Aku merasakan kesedihan yang teramat hebat, hingga tak jarang ingin rasanya ku teteskan air mata ini. Akupun memilih untuk lebih banyak menyampaikan pembelaan dan pengakuan dengan logika dan hati.&lt;br /&gt;Sejak itu, aku tak lagi membiarkan diriku tenggelam dalam siksaan rasa bersalah. Aku banyak berdoa, banyak sholat malam dan lebih memasrahkan diri pada Allah. Ku pandangi orang tua dan adik-adik ku, melihat wajah mereka, akupun ‘terjaga’ dari tidur ku selama ini. Jika aku jatuh dan terpuruk, bagaimana dengan mereka?? Jika aku tenggelam dalam kesedihan, siapa yang akan menggembirakan mereka?? Akulah satu-satunya harapan mereka. Aku telah menciptakan situasi ini. Menangis sungguh tak akan membawa hasil apa-apa. apa yang telah terjadi adalah menjadi bagian dari hidup yang harus ku hadapi. Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi ku. Jika ini yang terbaik, maka aku terima dengan lapang dada.&lt;br /&gt;Akupun sampai pada kesadaran, bahwa aku adalah orang yang ‘terpilih’ untuk menerima ujian ini. Mengapa aku?? tentunya karena Allah tahu sesuatu yang aku tak tahu. Maka aku tak lagi mempertanyakan mengapa Allah menimpakan ujian ini.&lt;br /&gt;Semangat hidupku bangkit lagi. Aku kian giat berusaha dan bermunajat pada Allah. Dalam doa, aku meminta agar Allah menghilangkan rasa bersalah, kegelisahan dan ketidaktenangan dari dalam jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalan masih panjang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah… Allah sungguh maha adil. Ketika saat-saat sedih datang menyesaki dada, aku banyak mengadu pada Allah dalam sholat-sholat malam yang panjang. Aku tumpahkan seluruh beban dan air mata ini hanya kepada Allah. Sebab Dia sebaik-baiknya pendengar. Dari apa yang ku jalani, akupun banyak belajar. Salah satunya adalah, bahwa akulah satu-satunya yang mampu membuat keputusan untuk hidupku, atas pertolongan Allah. Bahwa sebenarnya, akulah yang paling mengerti apa yang kubutuhkan, apa yang kurasakan, apa yang harus kulakukan. Bahkan keluarga terdekat sekalipun, tak dapat sepenuhnya mengerti perasaanku. Akan ada masanya mereka merasa jenuh mendengar keluh kesah ku, sementara masih begitu banyak yang ingin ku keluhkan, seolah tak pernah ada habisnya. Dari situlah aku mengerti, bahwa hanya dirikulah yang bisa mengendalikan perasaanku dengan cara bersabar dan bertawakal. Dan hanya Allah sebaik-baik tempat mengadu.&lt;br /&gt;Pengalaman ini juga memperkuat apa yang selama ini ku yakini, bahwa bagaimanapun, sebaiknya perempuan haruslah mandiri dan bekerja. Tentu tak harus bekerja diluar rumah jika itu memang menyulitkan. Bekerja dari rumah dan menghasilkan sesuatu bagi dirinya sendiri, merupakan hal yang baik untuk memupuk kemandirian serta kesiapan mental ketika terjadi musibah. Bukan hanya karena perpisahan, tetapi untuk menghadapi saat-saat ketika suami tak ada dirumah, entah karena berpergian, jatuh sakit yang tak memungkinkannya bekerja, kecelakaan atau bahkan meninggal dunia.&lt;br /&gt;Semua pengalaman ini membuat ku yakin, bahwa sebenarnya perempuan mampu bila keadaan memaksa untuk hidup dan berjuang sendirian. Keteguhan serta keberanian serta kegigihan dan kesabaran untuk tetap berjuang dan bertahan hidup demi diri sendiri dan keluaraga adalah senjata yang sangat ampuh, yang rasanya wajib dimiliki oleh seorang perempuan.&lt;br /&gt;Tentu, tak seorang perempuanpun ingin diceraikan, tak seorang perempuanpun ingin berjuang sendirian, dan menginginkan menjadi janda. Tapi ketika semua itu harus terjadi, karena takdir ilahi, maka seorang perempuan paling lemah sekalipun, harus siap memanggul beban dipundak. Sebab perempuan berhak sekaligus berkewajiban untuk berusaha dalam hidup. Tetap kuat dan sabar menjawab setiap tantangan, tetap terpacu untuk mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebab, perempuan juga berhak bahagia. Dan aku berhak bahagia, sebab aku juga seorang perempuan dan seorang hamba Allah. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-3854573780631245056?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/3854573780631245056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/03/catatan-hati-seorang-restyani-rany.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/3854573780631245056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/3854573780631245056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/03/catatan-hati-seorang-restyani-rany.html' title='Catatan Hati Seorang Restyani Rany'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SbtnQsNieYI/AAAAAAAAABI/6QS1fUaCM58/s72-c/IMG_0015.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-6491831619963345620</id><published>2009-02-03T00:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T00:33:52.138-08:00</updated><title type='text'>Curhat Buat Sahabat</title><content type='html'>sahabatku, usai tawa ini&lt;br /&gt;izinkan aku bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah jauh, ku mendaki&lt;br /&gt;sesak udara diatas puncak khayalan&lt;br /&gt;jangan sampai kau disana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah jauh, ku terjauh&lt;br /&gt;pedihnya luka di dasar jurang kecewa&lt;br /&gt;dan kini sampailah, aku disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang cuma ingin diam, duduk ditempatku&lt;br /&gt;menanti seorang yang biasa saja&lt;br /&gt;segelas air ditangannya, kala kuterbaring... sakit&lt;br /&gt;yang sudi dekat, mendekap tanganku&lt;br /&gt;mencari teduhnya dalam mataku&lt;br /&gt;dan berbisik: "pandang aku, kau tak sendiri..."&lt;br /&gt;dan demi tuhan, hanya itulah yang itu saja kuinginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah lama, kumenanti&lt;br /&gt;satu malam sunyi untuk kuakhiri&lt;br /&gt;dan usai tangis ini, aku kan berjanji...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk diam, duduk ditempatku&lt;br /&gt;menanti seorang yang biasa saja&lt;br /&gt;segelas air ditangannya, kala kuterbaring...sakit&lt;br /&gt;menentang malam, tanpa bimbang lagi&lt;br /&gt;demi seorang aku yang lelah bermimpi&lt;br /&gt;dan berbisik: "selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;(ini syair lagu punya dee, tapi kata-katanya gue banget, dualemmm abizzz buat gw yang cuma bisa mimpi kalo gw bisa juga punya seorang sahabat yang tergambar lewat syair lagu itu) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-6491831619963345620?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/6491831619963345620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/02/curhat-buat-sahabat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/6491831619963345620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/6491831619963345620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/02/curhat-buat-sahabat.html' title='Curhat Buat Sahabat'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-3343042483522123474</id><published>2009-01-31T01:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T01:49:08.709-08:00</updated><title type='text'>teman</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SYQeiMdlDuI/AAAAAAAAAA4/cAcg1BGqDDA/s1600-h/16720432845138m.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297392634504220386" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 133px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SYQeiMdlDuI/AAAAAAAAAA4/cAcg1BGqDDA/s320/16720432845138m.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;bila aku membenci mu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;apa arti persaudaraan yang kita kokohkan bersama???&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;bila aku telah terlalu dalam menyakiti mu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;apa arti hari-hari kebersamaan yang kita lalui kala itu???&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;bila aku sanggup melakukan segala hal sendiri&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;apa arti curahan hati pembangkit jiwa rapuh ini???&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;bila aku dapat menutup hati &amp;amp; diri ini&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;apa arti persahabatan yang terjalin begitu dalam???&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;haruskah aku biarkan semua seperti ini???&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;hilangkan seorang sahabat membunuh sepi dan sembunyi sendiri tanpa mengenang suatu hal untuk sanggup kembali&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;ini tak mudah bagi jiwa, percaya???!!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-3343042483522123474?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/3343042483522123474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/01/teman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/3343042483522123474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/3343042483522123474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/01/teman.html' title='teman'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SYQeiMdlDuI/AAAAAAAAAA4/cAcg1BGqDDA/s72-c/16720432845138m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7643239568639868372.post-3468569088903665634</id><published>2009-01-22T01:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T01:54:01.653-08:00</updated><title type='text'>Tak Ingin Dilupakan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Aku bagaikan ada disaat yang terendah. menjadi bagian kisah terhempas dari cinta. tersiksa hati ku yang telah dinikmati orang lain. menjadi bagian tawa dan cemooh semua orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;"Dengarlah curahan hati dari orang yang tak mau putus asa dan tak ingin dilupakan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Menepis hari yang sedih membuat ku lupa akan arti harga diri, caci makilah atau kau buat ku tersenyum, menghadapi kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;"Angkat kepala yang tertunduk malu terasa berat, melawan sendiri arus kemenangan orang lain."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Menepis hari yang sedih, andaikan berdiri ditepi ruang batin ku, tolonglah aku atau kau raih tangan ini, tuk hadapi kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SXhAMB9OWGI/AAAAAAAAAAo/4nBViIsNFNA/s1600-h/1_337401304m.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294051937401854050" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 153px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SXhAMB9OWGI/AAAAAAAAAAo/4nBViIsNFNA/s320/1_337401304m.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7643239568639868372-3468569088903665634?l=basabasirestyani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/feeds/3468569088903665634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/01/tak-ingin-dilupakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/3468569088903665634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7643239568639868372/posts/default/3468569088903665634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://basabasirestyani.blogspot.com/2009/01/tak-ingin-dilupakan.html' title='Tak Ingin Dilupakan'/><author><name>Restyani Rany Soetisna Disastra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07651581067674633686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/Sbtp5t3x01I/AAAAAAAAABQ/hCFm4EajR9k/S220/IMG_0031.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TPMWI3XHqQc/SXhAMB9OWGI/AAAAAAAAAAo/4nBViIsNFNA/s72-c/1_337401304m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
